Laman

Sabtu, 30 Juli 2011

Prediction.Oracle

Seperti Harry Potter yang saya tonton kemarin saja, buku ke tujuh dan terakhir. Lalu kemudian setelah saya keluar dari XXI, saya diberi tahu teman saya bahwa ada bule-bule yang ikut menonton. Saat saya melihat ke arahnya, ada seorang bule laki-laki yang masih muda sepertinya, rambutnya pirang agak panjang untuk ukuran laki-laki, memakai celana cokelat dan berkaos putih, tampaaaaaan sekaliii..
Dan seandainya buku saya yang baru adalah bule itu, #tamparpipi, menghayal tingkat dewa.

Menurut saya film nya keren sekali, saya ikut dibuat tegang dan ikut merasakan ketakutannya. Meskipun seperti biasa, efek 3 dimensi yang ditampilkan kurang memenuhi harapan saya, iya, walaupun memang ada bagian yang efek 3 dimensinya agak mengena. Tapi tetap saja film itu bahkan seluruh film Harry Potter menjadi salah satu favorit saya. Sayang sekali besok sudah tidak ada lagi. Dan saya pasti akan sangat merindukannya.

Bicara tentang jodoh, mengingatkan saya bahwa saya pernah diramal mengenai itu dan beberapa hal lain. Percaya tidak percaya, saya juga tak mengerti memilih yang mana. Apakah kamu ingat dengan guru bahasa indonesia kita yang bahkan kurang tanda titik saja pasti disalahkan itu?
Yah, saya diramal oleh beliau. Banyak juga kok korbannya. Meskipun yang saya tahu itu banyak dari kelas saya. Kamu tau Umang? Dia dikatakan bahwa suaminya ganteng, huah membuat iri saja. hahaha..
Kamu tahu Nia? Dia dikatakan akan mendapatkan keinginannya untuk lolos kedokteran ugm. Lalu kamu tau Dimas? Dia dikatakan memang akan pergi ke Jerman, namun tak pernah sepatah katapun dari beliau yang mengiyakan dia akan mendapatkan gelar dokter disana, dan entah bagaimana ketika saya bertemu online dengannya, dia mengatakan bahwa sudah memindah jalurnya bukan lagi ke kedokteran karena kesibukannya akan membuat dia tidak bisa part-time. Itulah sebabnya dia berpindah jalur dari keinginan awal dia.

Lalu yang paling fenomenal, apa kamu ingat Aryo? Apa kamu tau Christy? Mereka dikatakan akan menikah suatu hari nanti. Hahaha apa-apaan ini? Tapi hal ini justru membuat kami, teman sekelasnya, mengejek mereka habis-habisan. Untuk sekedar informasi, bahwa mereka berdua selama di SMA tidak pernah ada hubungan apapun, itulah sebabnya Aryo pernah sampai marah akibat tingkah kami yang selalu menggodanya dengan Christy. Apapun itu, apakah benar atau tidak kita lihat saja nanti.

Ramalan untuk saya? Itu rahasia sajalah..
:)



(ombak)
saya lupa sudah pernah cerita atau  belum

Jumat, 29 Juli 2011

bookends

Entah kenapa 2 minggu ini sepertinya waktu berjalan begitu cepat bagi saya. Tiba-tiba saya sudah dapat seorang yang disebut errr... pacar. Sepertinya about us blog ini sudah saatnya diganti deh. Hehe maaf ya duluan. Semoga kamu juga dapat yang terbaik di waktu yang terbaik juga.

Dulu saya pikir saat paling seru adalah ketika masa-masa dekat saja. Mencari celah untuk bersenang-senang dan menggali masing-masing pribadi lebih dalam. Menjadi salah tingkah ketika tidak sengaja gandengan. Menjadi berdebar-debar ketika menunggu sebuah pertemuan. Saling mengece dan minta bayarin waktu makan bareng. Dan sebagainya. Dan sebagainya. Dan terutama, ketika merencanakan sesuatu seperti merangkai kata untuk sebuah pernyataan yang ditunggu-tunggu tetapi tak kunjung juga dapat terucap. Tapi sekarang tiba-tiba saja sudah selesai. Sudah saling tahu dan saling paham. Lalu mau apa setelah ini? Nggak tahu.
Time it was and what a time it was it was,
A time of innocence a time of confidences.
Long ago it must be, I have a photograph
Preserve your memories, they're all that's left you

-Simon and Garfunkel - 
Tapi bagaimanapun juga ini belum bisa dibilang selesai ding. Masih ada yang harus dilakukan sebelum akhirnya bisa tenang.  Sebelum akhirnya bisa bilang bahwa hanya ada "kita" di antara kita.

Cerita picisan saya sepertinya sudah hampir mendekati akhir. Buku saya hampir ditutup. Terimakasih untukmu yang sudah mau-maunya menjadi pembaca setianya. Dan saya tidak sabar untuk menunggu kamu yang membuka buku yang baru.

Saya tidak sabar untuk segera membaca ceritamu :)

(angin)
sebenarnya punya banyak argumen tentang postinganmu sebelumnya, 
tapi besok aja deh, sekarang mau tenang dulu hehe

Kamis, 28 Juli 2011

Bertabur Bintang

Saat perjalanan pulang tadi saya melewati sebuah jembatan, jembatan itu menghubungkan sebuah sungai buatan manusia yang mana saya tidak tahu namanya. Ketika melihat ke arah selatan, bagaikan daratan bertabur bintang, cantik sekali. Namun saya tidak sempat mengabadikannya untuk diperlihatkan. Coba kamu saja yang kesini..

Daratan bertabur bintang, tentu saja cahayanya berasal dari nyala lampu pemukiman penduduk, yang entah bagaimana apabila dilihat dari jarak yang jauh seolah-olah berkelap-kelip layaknya bintang di langit sana. Bicara mengenai langit, bukankah yang kita sebut bintang itu salah satunya adalah matahari? Benar kan?

Matahari yang sebegitu besarnya memancarkan cahanya ke seluruh alam raya, membayangkan bahwa itu adalah satu dari jutaan bintang di dunia membuat saya berfikir bahwa pasti juga terdapat jutaan bahkan milyaran matahari-matahari di luar angkasa sana. Mengingat bahwa dalam galaksi bimasakti 50 milyar planet yang salah satunya disebut bumi, yang mana terdapat kehidupan dan berbagai macam makhluk hidup disana. Jika satu saja dari banyaknya planet dalam satu galaksi memiliki kehidupan, tentu tidak menutup kemungkinan bahwa dalam milyaran galaksi memiliki berbagai macam tipe kehidupan.

Banyak juga yang sudah mengangkat topik ini, baik dijadikan film, maupun untuk menjadi penelitian. Namun pandangan saya mungkin agak sedikit berbeda.

Jikalau percaya bahwa ada kehidupan lain di dunia ini selain di planet bumi, dengan berbagai macam makhluk yang entah kita tak pernah maupun mungkin sudah pernah lihat, bukankah ada kemungkinan bahwa kita, manusia, adalah sebuah makhluk yang terdampar dan sampai ke planet yang namanya bumi?

Masih ingatkah saat zaman para dinosaurus itu musnah? Katanya yang saya dengar adalah adanya hujan meteor, mungkinkah apabila saat hujan meteor itulah bibit-bibit peradaban manusia itu masuk ke bumi? Entahlah, saya sendiri juga tidak mengerti.

Apa yang saya bicarakan tadi tidak perlulah dianggap terlalu serius, toh ini pemikiran iseng yang didapat disaat selo.




(ombak)
langit bertabur bintang, 
daratan bertabur bintang,
indonesia vs turkmenistan malam ini pun bertabur gol.

Rabu, 27 Juli 2011

fuwa fuwa time

Tapi tiba-tiba saya ingin menjadi murid SMA lagi. Demi apa setelah tadi mau cerita tentang kegiatan bermalas-malasan karena ingin ada berkorelasi dengan Yui Hirasawa, tetapi setelah berhasil menyelesaikan seluruh episode dari K-ON, saya jadi kangen SMA lagi. Dan sekaligus menyesal bahwa banyak banget hal yang belum dilakukan. Tiba-tiba saya ingin ke basecamp vachera lagi, bersih-bersih, coret-coret di pintu bagian belakangnya, tulis nama saya dan beberapa teman yang berharga. Juga ke XII IA 5, ke bangku deretan paling barat, nomer 3 dari depan. Menjadi vandal dengan meninggalkan gambar-gambar manusia sekelas. Lalu kemana lagi ya? Lalu main-main, naik ke genteng joglo lagi dari lab TI, lalu naik ke genteng masjid juga, lihat-lihat kampung Bener. Oh saya kangen banget memakai seragam putih abu-abu, bercanda dan ece-ecean. Ke kantin yang murah itu. Dan melakukan banyak banyak banyak banyak hal lain selain mengeluh kenapa pelajaran SMA itu susah-susah. Demi apa ini saya sudah mau semester 5 saja. Rasanya waktu berlalu dengan mubadzir.

Itu adalah Yui dan teman-temannya yang bikin kangen. Lulus begitu saja dengan meninggalkan banyak memori. Benar-benar menyenangkan sekali deh, berasa pengen banget bisa tinggal di Jepang dan bersekolah di sana. Membentuk grup musik yang bernama Afterschool Tea Time, pada sebuah ekskul bernama K-ON (light music club). Punya teman-teman yang asik, Mio, Ritsu, Azusa, dan terutama si Mugi yang setiap hari bawa kue dan teh. Lalu bermalas-malasan di sana, sampai pada akhirnya Yui sadar bahwa sebentar lagi lulus. Dan lalu bingung, apa yang harus dia perbuat. Panik, karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-temannya. Dan lalu, setelah penampilan terakhirnya di festival sekolah, mereka menangis sedih, membayangkan apa hal terkahir yang bisa mereka lakukan di SMAnya. Tapi lebih kasihan lagi si Azusa. Satu-satunya junior, masih kelas 2 ketika yang lain sudah kelas 3. Oh Azusa adalah dia yang paling niat di klub tersebut, selalu galak pada senior yang suka malas-malasan itu, terutama Yui. Tetapi pada akhirnya, dia adalah dia yang ingin berkata sambil menangis "tolong..aku akan melakukan apapun, setiap hari datang ke ruang musik dan malas-malasan sambil ngeteh, aku akan melakukan apapun itu, asal kalian jangan lulus"

Dan apakah perasaan itu akan muncul ketika nanti lulus kuliah? Mungkin iya, tapi mungkin tidak sekuat masa-masa SMA dulu. Mungkin lho, kan belum, jadi nggak tahu. Tapi kalau kamu tahu, pada malam tutup tahun dulu, setelah kembang api dinyalakan, setelah itu lalu padam, setelah itu lalu bernyanyi mars smada, kalau kamu melihat-lihat sekeliling, banyak orang menangis. Bahkan si gembrik itu juga. Bahkan mas-mas yang lain juga. Banyak deh. Saya sih entah kenapa kok nggak, tapi dalam hati, tetap saja ada perasaan sedih da ingin menghentikan waktu pada saat itu juga. Sekaligus takut menghadapi bagaimana nanti ketika lulus. Takut untuk melangkah maju.

Tapi masa lalu adalah dia yang akan selalu indah bagaimanapun juga. Bagaimanapun itu terjadi, bagaimanapun itu berlalu.

Fuwa fuwa time~

sebenernya cari yang lengkap berlima tapi ngga ada yang bagus, 
ini aja deh terpaksa
(sumber google, ga tau ini aslinya dari mana)


(angin)
selo selo selo banget sampai bisa namatin 2 season K-ON -___-

Selasa, 26 Juli 2011

Ribet

Kamu benar-benar membuat saya iri, saya sendiri jika ingin menonton film harus melalui perjuangan yang panjang.

Tak bisa download, itupun kalau download membutuhkan waktu 5jam hanya untung setengah bagian dari seluruh isi film. Cara lain adalah pergi ke warnet, tapi sekarang saya agak malas untuk kesana karena setiap kesana hampir selalu disuguhi pemandangan kurang enak, yaitu mbak-mbak penjaganya asyik pacaran pegang-pegangan, ckckck. Apa tidak malu ya? Bukan suami, tapi seperti itu, kalau saya sih tampar saja, cowok seperti itu dimana-mana banyak. 

Lalu cara lain adalah meminjam film di rental. Saya memiliki dua kartu member di dua tempat yang berbeda. Namun salah satunya hilang, sehingga saya berencana menggunakan kartu yang satunya. Namun berapa kali pun saya muter-muter daerah situ, tetap saja saya tidak dapat menemukan rentalnya. Ck..
Pasti sudah gulung tikar atau pindah ke tempat yang entah saya tidak tahu dimana. Akhirnya saya pun ke rental satunya dan mengurus kartu yang hilang. Namun, selama ini saya mengira hilang ternyata ketinggalan disana, yang mana dicari tidak kunjung ketemu, yang pada akhirnya saya membuat lagi kartu baru, sama ajaaaa -____-

Inception (karena kamu bahas itu saya jadi ingat kalau belum pernah nonton), I am Number Four, dan Takers, sebenarnya ada satu lagi yaitu Gnome & Juliet namun vcd nya rusak sehingga saya tak jadi pinjam.

Perjuangan masih belum selesai. Asal tahu saja, laptop saya yang kecil membuatnya tidak memiliki dvd room. Saya memang memiliki dvd player namun setiap di tonton bagaikan menonton film jadul, bagaimana tidak? Warnanya yang keluar hanya hitam dan putih. Intinya dvd player saya rusak.
Lalu saya memang memiliki komputer CPU, namun dia bisu. speaker tiga kotak pun tak pernah mengeluarkan suaranya. Saya tidak tahu tepatnya karena apa, tapi kata kakak saya harus instal program suara atau apalah saya tidak mengerti.

Tanpa hilang akal akhirnya satu-satunya yang saya pilih adalah memanfaatkan dvd room komputer lalu mengopi semua film ke dalam hardisk komputer yang lalu kemudian dipindah ke laptop menggunakan flashdisk. Walaupun layarnya hanya kecil, setidaknya ada warna dan suara...


*tapi akhirnya saya justru menonton film lama yang belum sempat saya tonton. Karena suara kipas komputer saya seperti singa mengaung-ngaung


(ombak)
posting pagi-pagi padahal nanti ada kuliah pagi

Minggu, 24 Juli 2011

joker

Seandainya sekarang ini saya berada di ruas jalan apa gitu di jakarta yang sedang macet dan penuh dengan mobil, saya ingin sekali berteriak kencang: "kapan sih Christoper Nolan pernah bikin film jelek?!"

Seharian ini saya melihat The Dark Knight dan Inception. Film yang berat banget sebenarnya, tapi apa daya, saya sedang selo dan entah kenapa sedang malas untuk melihat K-ON. Oh laptopnya pakai laptop bapak. Sekeluarga sedang pergi seharian. Nonton begitu di kursi kerja, pakai kipas angin karena panas. Tapi astaga, Batman di The Dark Knight benar-benar seolah itu bisa terjadi di dunia nyata, dan Joker benar-benar telah menjadi antagonis paling keren yang pernah ada. SDan mimpi dalam Inception seolah benar-benar bisa dirasuki dan dimanipulasi. Sebenarnya udah pernah lihat sih, tapi melihatnya lagi benar-benar bikin seolah-olah kamu lihat buat pertama kali. Selalu ada hal baru dimana kamu mungkin tidak menyadarinya ketika pertama kali nonton dulu. 

Joker - The Dark Knight

Arthur's Battle - Inception

(angin)
di minggu yang panas dan selo, dan tidak tahu mau ngapain

Sabtu, 23 Juli 2011

Sonar

Melihat video yang kamu masukkan pada postinganmu kemarin, saya hampir tak mampu melihatnya. Apaan ituuuuu??!!!! Ya ampuuuunnn...
Yang saya heran adalah selo sekali kamu bisa menemukan video macam itu..

Tepat setelah saya melihat video (apa itu), saya langsung berusaha menetralkan perut saya yang sepertinya sedikit mual. Yaitu dengan cara melihat Suri Cruise, putri satu-satunya dari Tom Cruise dan Katie Holmes yang pasti kamu sudah tau.

Anak umur 5 tahun bisa jadi secantik itu dengan gayanya yang sangat modis. Yang tak habis pikir adalah dia sendiri yang memilih pakaian yang akan dia kenakan. Saya saja yang sudah setua ini masih tidak bisa memilih dan mencocokkan pakaian, zzz..

Tadi sebenarnya saya agak sedikit bingung dengan jalan keluar kampus teknik. Saya hanya mengikuti arah tanda panah yang saya sendiri pun tidak tahu dan malah akhirnya sedikit berkeliling. Entah benar atau tidak yang pasti saya toh bisa keluar tanpa kena marah bapak-bapak satpam atau pun orang lain. Cuek saja sembari sok-sokan bergaya melihat bangunan sekeliling. Setidaknya jika saya salah arah orang-orang tidak akan curiga bahwa saya salah jalan. Hhehe..




(ombak)
Tolong jangan tanyakan mengenai judul,
koneksi internet saya sedang lemot, itu saja, titik.

Jumat, 22 Juli 2011

transmutasi

Bodohnya adalah saya tidak ngepost dari tadi, malah lihat-lihat film yang mau dicopy dan mendengarkan transmutasi-nya homogenic yang keren, dan sekarang billing sudah hampir 6000 ketika saya memutuskan buat posting sekarang. Oh harddisk saya penuh sudah, tidak bisa backup dan tidak tahu ini mau nonton si film-film yang banyak ini kapan. Laptop rusak sudah 10 hari kalau nggak salah, dan dirumah seperti ikan panggang, menggelepar kesana kemari di kasur. Tadi pagi lihat gosip dan acara-acara wisata. Oh saya jadi pengen ke raja ampat.

Ngomong-ngomong tentang perjalanan, saya selalu ingat perjalanan ketika habis dari Lawu. Moral dari cerita ini adalah jika ketika suatu hari kamu kebetulan sedang pergi ke luar kota dengan Bis dan kamu sedang bawa ransel yang berat, adalah jangan pernah bertanya apapun kepada orang-orang yang disebut porter. Karena waktu itu saya pernah. Ketika jam sudah menunjukkan hampir pukul 7 malam, dan sudah mau gelap. Kami, 4 orang yang habis mendaki lawu, dan tidak pernah tahu kapan bis sudah habis, adalah orang yang sedikit panik karena bagaimanapun juga males buat nginep di terminal. Maka dari itu kami bertanya pada mereka, bapak-bapak dengan nomor di punggung. Tas ransel kami lalu langsung dibawanya dan harus membayar mahal banget. Kalau nggak salah 36ribu rupiah, cuma buat dibawain tasnya nggak nyampe 100 meter.

Oh saya sedang sibuk apa kamu bilang? Saya tidak sibuk ngapa-ngapain kok sebenarnya. Sedang selo sekali. Mungkin jika dibilang sibuk adalah karena sedang remediasi. Seharusnya itu adalah 3 pertemuan buat diisi materi dan pada pertemuan ke 4 baru diadakan ujian perbaikan. Tapi Pak Ferdi, dosen Fisika Modern, sepertinya adalah tipikal orang yang malas dengan orang-orang yang mengulang, seolah-olah tidak sadar sebab dia memberi soal yang sulitlah maka kita menjadi mahasiswa yang ber-remediasi. Pertemuan pertama langsung heboh. Telat setengah jam, cuma untuk bicara bahwa beliau tidak akan memberi materi karena kemarin sudah pernah. Oh beliau lupa bahwa mahasiswa juga bisa lupa. Dan dengan menyebalkannya lalu langsung pergi dan mengakhiri kuliah. Terimakasih bapak, 129 ribu rupiah melayang sudah.

Oh sibuk apa lagi kamu bilang? Hmm mungkin karena saya sedang membikin komik. Bukan saya saja ding, tetapi kita, anak-anak ilus bul. Oh iya, bul itu singkatan dari skm bulaksumur. Itu adalah dalam rangka buat membikin bulakomik. Semacam terbitan dalam bentuk komik gitu deh, terbit setaun sekali, dan ini sudah volume 8. Biasanya menarik, dan semoga kali ini juga begitu.

Dan demi Astuti yang mendes, jika kamu adalah makhluk selo yang sedang berada di depan komputer, dan sedang ingin berdendang asik, mungkin kamu bisa melihat makhluk macho satu ini.


Pasha Agung - Astuti

(angin)
sambil tertawa membayangkan kamu muntah habis melihat Pasha Agung :D
btw, harga posting ini 1500 rupiah lho, karena sekarang billing sudah 7500

Kamis, 21 Juli 2011

go to Jogja

Jogja adalah tujuanku pagi itu.
Membuang sampah, menyiapkan pakaian untuk dibawa ke laundry dan lalu mencari sarapan sebelum perjalananku ke kota gudeg itu. Semua beres, dan lalu bersiap berangkat, berjalan kaki tentunya. Dengan ditemani headset di telinga saya memulai perjalanan.

Melangkahkan kaki dan lalu melihat anak-anak SD di seberang rumah sedang kerja bakti membersihkan rumput di sekitar area luar sekolah. Jika melihat dari jumlahnya, sepertinya saya tebak hanya satu kelas yang melakukan kerja bakti itu. Melihat dari postur tubuhnya yang sedikit besar, sepertinya saya tebak mereka anak-anak kelas lima. Namun bagaimanapun juga, tebakan saya ini toh tidak penting benar atau tidaknya. Melihat kejadian ini mengingatkan saya kepada rumah saya yang bahkan seperti kapal yang terdampar ratusan tahun di samudera entah berantah. Eits, jangan salah,, saya sudah kerja bakti membereskannya, yah setidaknya tidak seperti ratusan tahun lagi, ya mungkin puluhan lah.. #eh

Tidak butuh waktu lama sudah ada angkutan kota yang menunggu di ujung jalan, hanya ada satu penumpang disana, tepat disebelah supir, seorang laki-laki separuh baya yang entah sejak kapan mereka terus mengobrol. Kemudian masuk seorang ibu-ibu yang membawa anaknya laki-laki. Mungkin usia anak itu sekitar 5 atau 6 tahun. Entah kenapa saya tertarik dengan anak itu, bagaimana tidak, masih sekecil itu tapi bakat gantengnya sudah terlihat. hahahaaa...  #tamparpipi

Sampailah saya di jalan yang orang-orang biasa menyebutnya Milo. Mungkin karena ada papan iklan Milo sehingga disebut demikian, yang padahal sampai sekarang pun saya masih tidak bisa menemukannya. Di sana saya ganti angkutan jurusan. Baru saja saya menaruhkan pantat saya di kursi penumpang, sudah langsung dimintai biaya. Dia meminta Rp 4.000, saat saya memberikan uang tersebut sembari saya mengatakan, "biasanya 3,5".  Namun mungkin karena suara saya yang terlalu lirih atau mungkin dia yang pura-pura tak mendengar, saya pun dicuekin saja. Sial...

Angkutan itu penuh sesak, dari luar saja sudah bisa dilihat seperti ikan dalam sarden yang ditumpuk-tumpuk. Tapi sudahlah, memang harus begini. Saat saya masuk yang sudah dalam, keadaan penuh sesak angkutan itu masih saja menunggu penumpang satu lagi, untuk menyempurnakan pepesan sarden mereka sepertinya.

Karena saya duduk di depan, saya jadi bisa melihat bahwa ada radio tape di angkutan itu. Tunggu, tidak ada tape, namun justru ada flashdisk yang menggantung disana. Canggih juga, bahkan mobil yang dimiliki keluarga saya saja radio-tape nya tidak disediakan port USB, canggih..
Namun lagu yang diputar adalah lagu-lagu yang entah berantah yang saya tidak tahu tipe musik apa, menurut saya lebih mirip seperti lagu-lagu yang biasa diputar untuk senam pagi hari minggu ibu-ibu komplek. Meskipun ada sedikit rasa untuk ikut senam namun saya urungkan dan penjarakan niat tersebut. Efek dari lagu tersebut sepertinya tidak hanya kepada saya, namun juga kepada si supir. Dia memainkan klaksonnya seiring dengan dentuman musik yang sedang diputarnya itu. ckckck..

Sampai di tempat bis patas mangkal, saya terburu-buru untuk turun karena saya melihat bis patas R sedang hampir berangkat. Saya menuju ke arahnya sambil berlari kecil, namun saya terlambat beberapa detik, dan saya pun ditinggalkan..

Tidak apa-apa, masih ada bis patas lain yaitu N. Saya pun membeli tiket ke agennya, lalu memastikan benar bis saya tidak salah. Karena saya pernah salah masuk bis sehingga saya diturunkan dengan sedikit semena-mena maka saya trauma untuk salah kedua kalinya. Lalu ketika saya sudah duduk di kursi, saya tiba-tiba ditanya seorang mas-mas, dia bertanya apakah itu benar bis N. Dan saya pun menjawab benar. Lalu dalam hati, jangan-jangan masnya tadi bertanya karena takut salah bis, oleh karena dia pernah melihat seorang mbak-mbak diturunkan karena salah naik bis. Aduh, sontak saya lalu menutupi wajah saya, takut jika mas-mas tersebut ingat wajah mbak-mbak tempo hari itu (baca: saya).

Di tengah perjalanan yang kira-kira kurang dari satu jam lagi, tiba-tiba bis itu terhenti. Entah apa sebabnya saya tidak tahu karena saya tidak berniat bertanya. Namun sejak dari tempat berhenti itu, AC bis tidak dinyalakan. Seperti terlihat dari luar bis patas AC, namun dari dalam angkutan umum kota penuh sesak dan pengap. Penumpang yang lain marah dan sempat meminta turun, namun digagalkan oleh kondekturnya. Yang lalu kemudian juga ada penumpang yang meminta uangnya sebagian dikembalikan. Namun lagi-lagi kondektur mengelak dan tidak mau memberikan. Hingga sampai di kota gudeg itu pun AC nya tetap tidak menyala.

Dan kemudian saya pun dijemput di Jombor.




(ombak)
yang sebenarnya tidak tahu harus menulis apa,
ternyata malah jadi sepanjang ini.

Rabu, 20 Juli 2011

negative to positive

Ada 2 hal yang saya benci dari postingmu kemarin.

  1. Foto-foto papercraftmu bagus banget, bikin iri. Oh selo sekali sampai bisa bikin 2 biji seperti itu. Dan unyu sekali pake dipas-pasin sama wallpapernya segala. Dan (ehm) didepan laptop.
  2. Bahwa saya ini masih begini-begini saja, tidak ada yang berubah. Tidak perlulah pakai ada gambar hati dan danbo yag bersama anjing sedang apa itu. Yang jelas, skenario hidup adalah sangat-sangat jauh lebih baik dari film terbaik manapun. Bahwa aliran adalah dia yang tidak bisa ditebak, cukup dinikmati sampai nanti tiba di pelabuhan. Oh saya sedang malas buat membahas ini.

Mendingan bahas kamera pinjeman dari temen yang hasilnya ternyata bagus. Toycam octopus 28mm. Oh itu kamera mainan yang murah, yang asik, yang kalau buat motret yaudah cuma tinggal puter-puter terus cekrek, nggak usah pakai batere. Yang kalau mau tahu hasilnya harus bayar 11 ribu di Duta Foto. Ini beberapa hasilnya dari pergi-pergi melancong. Saya pilih yang bagus-bagus saja karena beberapa yang lain terbakar, atau ketutupan tangan, atau rambut. Selain juga karena malas upload.


habis dimakan

namanya layangannya walet apaaa gitu lupa.

merapikan ikan duyung, tadi sudah puas terbang-terbang.

the kids and the dragon

the trees

pelabuhan sadeng

the man and the sea

wediombo

kamu :D

Onana, sayang sekali waktu ke air terjun Sri Gethuk dan ke ArtJog filmnya sudah habis. Jadi pengen punya deh kamera macam itu. Lalu pergi-pergi lagi, memotret dan cuek saja, tanpa harus malu dengan mereka yang pakai digital. Pergi-pergi begitu, tanpa harus selalu berpikir tentang status.


(angin)
dengan hati yang tenang dan damai karena sambil dengerin Float dan Homogenic