Laman

Jumat, 05 Agustus 2011

green fields, golden sands

Tapi dia adalah Yusuf Islam, penyanyi yang sudah tua dari negeri Britania Raya sana. Dulu kira-kira tahun 1960an masih rockstar dengan nama Cat Stevens. Pernah masuk majalah Rolling Stone juga barengan dengan artikel lain dari Bob Dylan. Tapi tahun sekitar 1978 tiba-tiba mengalami sebuah peristiwa near to death, tenggelam di laut. Pada saat tenggelam dia adalah orangnya yang berkata, "jika Tuhan menyelamatkan saya hari ini, saya akan bekerja untukNya". Maka ombakpun secara entah bagaimana mengantarnya kembali ke daratan. Dan lalu dengan itu, dimulailah perjalanan mencari Tuhan itu sendiri. Dan akhirnya memutuskan masuk Islam setelah membaca terjemahan Al-Quran bahasa inggris.

Tapi dia bukan seperti ustad siapa itu yang selalu aneh dalam setiap ceramahnya. Yang hobi berteriak "jama'aaaaaaaaaaaaahh" sambil seolah-olah dia itu badut dan para jamaahnya itu tuli semua. Dia adalah yang menyanyikan nasyid A is for Allah dengan keren dan merdu, tanpa suara yang harus dibuat-buat. Mau-maunya meninggalkan gelar rockstar-nya untuk serius menjalankan agamanya. Mendirikan yayasan ini itu dan terlibat dalam usaha perdamaian dunia, dan membuat lagu-lagu lagi setelah berpuluh-puluh tahun kemudian meninggalkan dunia musiknya, tetapi dengan nuansa religius yang bagus, tanpa lirik yang selalu ada kata Allah dan maksa banget seperti Ungu atau Wali atau siapapun deh yang mendadak alim di ramadhan kali ini.

Tapi dia adalah yang senyumnya menyejukkan. Tidak seperti Yusuf Mansur yang mengerikan. Tidak perlulah itu khotbah sampai menderai tangis, tidak perlulah itu berteriak-teriak memanggil jamaahnya, tidak perlu. Sederhana saja. Ambil gitar dan menyanyi dengan pelan dan lembut, seraya tersenyum.


Green Fields and Golden Sands
Are all I need; are all I want
Let the wind blow hard, I don't mind

A small house and an olive tree,
To keep and feed my family
Let the wind blow hard, I don't mind

One day we'll all realize, I'm not the only one
Just raise your eyes up and you'll be gone,
to those

(Yusuf Islam - Green Fields, Golden Sands - An Other Cup)


(angin)
telat posting men, saya tadi belajar haha

Rabu, 03 Agustus 2011

Happily Ever After, yes or not?

Seperti pada kisah putri Fiona, dalam film Shrek, yang mana terkurung dalam sebuah menara yang dijaga oleh naga api. Seperti dongeng kebanyakan, selalu berakhir dengan "happily ever after". Seandainya kehidupan nyata begitu mudahnya, hingga kemudian semuanya bisa berakhir dengan hanya satu kalimat, "happily ever after".

Namun sepertinya film Shrek kali ini yang berjudul Shrek Forever After The Final, mengisahkan bahwa ternyata kehidupan setelah mendapat pasangan tidak akan semudah kalimat "happily ever after". Seperti dan seakan menyerempet sedikit pada kehidupan nyata, di sanalah film itu dimulai.

Masih banyak hal yang bisa terjadi hingga akhirnya happily ever after hanyalah bualan kecil yang tak akan pernah terjadi. Pada kisah Romeo dan Juliet, kisah apabila ditulis dengan akhir kematian untuk keduanya maka selesai juga kisah tersebut. Namun apabila mereka dikisahkan bahwa keduanya hidup dan bersatu, apakah kisah tersebut akan berakhir? Masih banyak kerumitan-kerumitan yang lain yang bisa saja terjadi.

Seperti pada film My Sister's Keeper, yang sangat saya sukai, dimana pasangan suami istri tak selamanya dapat melahirkan anak-anak sehat dan lucu. Ada kalanya salah satunya mengidap penyakit atau bahkan kecacatan dan sebagainya.

Saya pernah berfikir bahwa terjadi suatu ketidakadilan disini, taukah bahwa sebagian besar manusia di dunia ini adalah mereka yang egois dan pemilih? Hampir seluruhnya memilih untuk mendapatkan pasangan yang cantik atau tampan, sehat dan tidak membawa gen cacat untuk anak cucu mereka. Dan saya akui, bahwa saya juga termasuk sebagai salah satu dari mereka. Lalu apa? Tau kah bahwa sebelum menikah diperbolehkan untuk screening pasangan? Lalu apabila pasangan yang dibawanya screening membawa gen tidak normal, apakah kemudian putus dan cari yang lain? Bukankah hal itu merupakan sesuatu yang tidak adil? Bagaimana dengan mereka memiliki penyakit yang bisa diturunkan? Dimana mereka hampir tak pernah bisa percaya dengan suatu hubungan, selalu dibayangi akan ketakutan bahwa dirinya tidak akan diterima.

Saya memiliki seorang teman yang mengidap Thalasemia, sehingga saya sedikitnya mengerti bagaimana perasaannya.
Terkadang saya berfikir bahwa menjadi orang yang tidak tahu itu lebih baik.


Lalu seperti pada film Raising Helen dan Life As We Know It dimana ketika suatu pasangan suami istri tidak akan hidup selamanya, ketika sesuatu menimpa mereka dan harus meninggalkan anak yang mereka miliki sendirian di dunia tanpa orang tuanya.

Lalu seperti pada film Despicable me, dimana saya sangat tersentuh pada bagian tiga anak yatim piatu yang berada pada sebuah panti asuhan dimana setiap malam sebelum mereka tidur, mereka selalu berdoa untuk diadopsi. Hidup ini terlalu rumit untuk hanya dikatakan sebagai happily ever after.







*saran saya, jangan buka source apabila kalian belum menonton film nya karena menurut saya sebagian menceritakan isi film terlalu banyak, kecuali jika kalian menginginkannya.


(ombak)
efek maraton filem

Selasa, 02 Agustus 2011

sahur

Maaaaffff telat posting..

Jadi sabtu kemarin waktu kumpul PJS bul, saya diajakin Salsa buat sahur pertama di puncak. Err mungkin lebih tepatnya saya yang pengen ikut kali ya? Hehe. Salsa itu pemred sementara di bul, dan suka ngebolang kemana-mana. Saya nggak tahu dapet ide gila dari mana dia buat sahur di gunung, tapi sayanya akhirnya main ikut aja karena pengen juga.

Jadi saya naik Gunung Ungaran, 5 orang, dan 4 di antaranya saya nggak kenal. Oh iya, gunung ungaran itu di Semarang lho, tahu nggak? Itu di daerah Ungaran atau Ambarawa gitu deh. Cuma 2050mdpl kalau nggak salah, tapi karena kita naik bis ya jadi turun nggak langsung basecamp. Masih harus jalan dulu jauh banget hanya untuk mendapati basecamp yang dikunci karena tutup. Mungkin karena ini malam senin, dan besok puasa kali ya. Nggak tahu juga.

Oh iya, kita tarawihan juga lho tapi di plataran basecamp. Tarawih sambil di belakang banyak bintang dan lampu-lampu kota. Setelah sebelumnya saya mikir ini saya punya 11 bacaan nggak karena nanti bakal jadi imam nggak tahu kenapa. Setelah sebelumnya mendengar adzan maghrib tanda dimulainya bulan ramadhan yang bersahut-sahutan di bawah sana. Setelah sebelumnya banyak kembang api diledakkan di bawah sana. Jadi aneh karena kembang api cuma keliatan kecil-kecil.
"Kembang apinya kecil banget ya, jadi aneh, haha"
"Iya, manusia itu kecil banget ya"
"Tapi lebih kecil...semut"
"Hahahaha ihh.. apaan sih, lebih kecil virus"
"Yahh jadi gak lucu lagi"
Oh itu percakapan demi apa random banget dengan Fitra kalau nggak salah, adik kelas Salsa yang juga ikutan. Walau nggak kenal, tapi asik juga mereka. Kita mulai naik sekitar jam 9 malam, setelah sebelumnya ikutan nongkrong di api yang dibuat rombongan orang yang ngecamp di sekitar basecamp. Oh ada yang mau ikutan kita naik juga sama kita. Itu orang yang tiba-tiba tanya ke kita, "Ini dapet ide gila darimana ini?". Tapi nggak jadi karena tiba-tiba dompetnya yang hilang udah ketemu. Jadi berlima lagi deh.

Dulu saya pernah naik ke ungaran waktu SMA, tapi cuma sampai di kebun teh doang karena kabutnya menggila. Kemarin saya ingin balas dendam, harus sampai puncak. Oh ternyata jalannya ngetrek juga, bikin capek. Dan anginnya parah. Dan kabutnya juga. Jalan waktu hampir ke puncak juga sangat terbuka, seolah-olah waktu angin kencang jadi terasa ikutan terdorong. Tapi rame juga waktu jalan. Banyak ngobrol dan banyak ketawa karena ece-ecean dan membahas hal-hal nggak penting.

Kalau nggak salah ya itu 4,5 jam kita jalan, nyampe juga di puncak. Kita memang rencana buat bikin tenda di dekat puncak. Turun ke bawah sedikit dan ada spot buat ngecamp yang bagus. Ternyata kita nggak sendiri juga. Ada rombongan yang sudah sampai puncak duluan. Tapi nggak sempet ngobrol-ngobrol karena saya, Salsa dan Aji ke bawah langsung buat bikin tenda. Kecuali Fitra dan Sonia yang ikutan nimbrung sambil nganget karena api unggun yang dibikin mas-masnya bagus. Dan karena itu mereka berdua dapat ayam bacem, sedangkan kami tidak.

Sampai puncak dan selesai bikin tenda itu jam 3 pagi kurang berapa lupa. Itu artinya kesempatan masak dan sahur cuma tinggal beberapa jam saja. Kalau ini dirumah sih itungannya lama, tapi kalau di gunung, dengan bahan makanan yang seadanya, dan angin yang gila-gilaan, jadi agak takut juga masih sempet buat makan nggak ini.

"Eh nggak usah nyalain radio, ntar adzan pas kita belom selesai makan repot", kata saya, dan langsung mau digampar Salsa.

Menunya keren lho tapi, sandwich isi telur, keju, dan nugget goreng. Itu sampai si Sonia nangis, katanya ini sandwich paling enak yang pernah dia makan. Lalu ada nutrijel juga. Lalu mi telor biasa, tapi masih kerasa nuggetnya karena nestingnya nggak dicuci. Lalu ditutup dengan FreshTea. Kenyang dan langsung tidur. Dan bangun jam 8 pagi.

"Aneh juga ya ini, kita nyampe puncak jam 3 pagi, tapi nggak dapet sunrise, mau jawab apa ini kalau ditanyain orang-orang dibawah", kata Salsa. Dan kita ketawa saja, karena tadi pagi itu pikirannya sudah ngantuk dan tidak peduli lagi dengan sunrise. Minimal sahur di puncaknya dapet deh.

Lalu beres-beres. Lalu pulang. Oh tapi kita puasa lho. Kecuali Fitra yang memang lagi nggak bisa puasa. Turun lewat jalur lain, dan akhirnya sampai ke Candi Gedung Songo yang malas buat diliat-liat karena jalannya jauh sedangkan kita barusan turun dan capek. Lalu pulang ke Jogja. Lalu biasa. Buka di bis karena bisnya sempat macet. Mungkin jadi puasa pertama yang paling berkesan deh ini.

Oh iya, maaf lahir batin yaa buatmu. Semoga puasa kita keren dan diterima olehNya.


(angin)
foto-foto nyusul deh kalau udah di tag
sebenarnya ada cerita lain yang nyebelin, tapi besok aja

Sabtu, 30 Juli 2011

Prediction.Oracle

Seperti Harry Potter yang saya tonton kemarin saja, buku ke tujuh dan terakhir. Lalu kemudian setelah saya keluar dari XXI, saya diberi tahu teman saya bahwa ada bule-bule yang ikut menonton. Saat saya melihat ke arahnya, ada seorang bule laki-laki yang masih muda sepertinya, rambutnya pirang agak panjang untuk ukuran laki-laki, memakai celana cokelat dan berkaos putih, tampaaaaaan sekaliii..
Dan seandainya buku saya yang baru adalah bule itu, #tamparpipi, menghayal tingkat dewa.

Menurut saya film nya keren sekali, saya ikut dibuat tegang dan ikut merasakan ketakutannya. Meskipun seperti biasa, efek 3 dimensi yang ditampilkan kurang memenuhi harapan saya, iya, walaupun memang ada bagian yang efek 3 dimensinya agak mengena. Tapi tetap saja film itu bahkan seluruh film Harry Potter menjadi salah satu favorit saya. Sayang sekali besok sudah tidak ada lagi. Dan saya pasti akan sangat merindukannya.

Bicara tentang jodoh, mengingatkan saya bahwa saya pernah diramal mengenai itu dan beberapa hal lain. Percaya tidak percaya, saya juga tak mengerti memilih yang mana. Apakah kamu ingat dengan guru bahasa indonesia kita yang bahkan kurang tanda titik saja pasti disalahkan itu?
Yah, saya diramal oleh beliau. Banyak juga kok korbannya. Meskipun yang saya tahu itu banyak dari kelas saya. Kamu tau Umang? Dia dikatakan bahwa suaminya ganteng, huah membuat iri saja. hahaha..
Kamu tahu Nia? Dia dikatakan akan mendapatkan keinginannya untuk lolos kedokteran ugm. Lalu kamu tau Dimas? Dia dikatakan memang akan pergi ke Jerman, namun tak pernah sepatah katapun dari beliau yang mengiyakan dia akan mendapatkan gelar dokter disana, dan entah bagaimana ketika saya bertemu online dengannya, dia mengatakan bahwa sudah memindah jalurnya bukan lagi ke kedokteran karena kesibukannya akan membuat dia tidak bisa part-time. Itulah sebabnya dia berpindah jalur dari keinginan awal dia.

Lalu yang paling fenomenal, apa kamu ingat Aryo? Apa kamu tau Christy? Mereka dikatakan akan menikah suatu hari nanti. Hahaha apa-apaan ini? Tapi hal ini justru membuat kami, teman sekelasnya, mengejek mereka habis-habisan. Untuk sekedar informasi, bahwa mereka berdua selama di SMA tidak pernah ada hubungan apapun, itulah sebabnya Aryo pernah sampai marah akibat tingkah kami yang selalu menggodanya dengan Christy. Apapun itu, apakah benar atau tidak kita lihat saja nanti.

Ramalan untuk saya? Itu rahasia sajalah..
:)



(ombak)
saya lupa sudah pernah cerita atau  belum

Jumat, 29 Juli 2011

bookends

Entah kenapa 2 minggu ini sepertinya waktu berjalan begitu cepat bagi saya. Tiba-tiba saya sudah dapat seorang yang disebut errr... pacar. Sepertinya about us blog ini sudah saatnya diganti deh. Hehe maaf ya duluan. Semoga kamu juga dapat yang terbaik di waktu yang terbaik juga.

Dulu saya pikir saat paling seru adalah ketika masa-masa dekat saja. Mencari celah untuk bersenang-senang dan menggali masing-masing pribadi lebih dalam. Menjadi salah tingkah ketika tidak sengaja gandengan. Menjadi berdebar-debar ketika menunggu sebuah pertemuan. Saling mengece dan minta bayarin waktu makan bareng. Dan sebagainya. Dan sebagainya. Dan terutama, ketika merencanakan sesuatu seperti merangkai kata untuk sebuah pernyataan yang ditunggu-tunggu tetapi tak kunjung juga dapat terucap. Tapi sekarang tiba-tiba saja sudah selesai. Sudah saling tahu dan saling paham. Lalu mau apa setelah ini? Nggak tahu.
Time it was and what a time it was it was,
A time of innocence a time of confidences.
Long ago it must be, I have a photograph
Preserve your memories, they're all that's left you

-Simon and Garfunkel - 
Tapi bagaimanapun juga ini belum bisa dibilang selesai ding. Masih ada yang harus dilakukan sebelum akhirnya bisa tenang.  Sebelum akhirnya bisa bilang bahwa hanya ada "kita" di antara kita.

Cerita picisan saya sepertinya sudah hampir mendekati akhir. Buku saya hampir ditutup. Terimakasih untukmu yang sudah mau-maunya menjadi pembaca setianya. Dan saya tidak sabar untuk menunggu kamu yang membuka buku yang baru.

Saya tidak sabar untuk segera membaca ceritamu :)

(angin)
sebenarnya punya banyak argumen tentang postinganmu sebelumnya, 
tapi besok aja deh, sekarang mau tenang dulu hehe

Kamis, 28 Juli 2011

Bertabur Bintang

Saat perjalanan pulang tadi saya melewati sebuah jembatan, jembatan itu menghubungkan sebuah sungai buatan manusia yang mana saya tidak tahu namanya. Ketika melihat ke arah selatan, bagaikan daratan bertabur bintang, cantik sekali. Namun saya tidak sempat mengabadikannya untuk diperlihatkan. Coba kamu saja yang kesini..

Daratan bertabur bintang, tentu saja cahayanya berasal dari nyala lampu pemukiman penduduk, yang entah bagaimana apabila dilihat dari jarak yang jauh seolah-olah berkelap-kelip layaknya bintang di langit sana. Bicara mengenai langit, bukankah yang kita sebut bintang itu salah satunya adalah matahari? Benar kan?

Matahari yang sebegitu besarnya memancarkan cahanya ke seluruh alam raya, membayangkan bahwa itu adalah satu dari jutaan bintang di dunia membuat saya berfikir bahwa pasti juga terdapat jutaan bahkan milyaran matahari-matahari di luar angkasa sana. Mengingat bahwa dalam galaksi bimasakti 50 milyar planet yang salah satunya disebut bumi, yang mana terdapat kehidupan dan berbagai macam makhluk hidup disana. Jika satu saja dari banyaknya planet dalam satu galaksi memiliki kehidupan, tentu tidak menutup kemungkinan bahwa dalam milyaran galaksi memiliki berbagai macam tipe kehidupan.

Banyak juga yang sudah mengangkat topik ini, baik dijadikan film, maupun untuk menjadi penelitian. Namun pandangan saya mungkin agak sedikit berbeda.

Jikalau percaya bahwa ada kehidupan lain di dunia ini selain di planet bumi, dengan berbagai macam makhluk yang entah kita tak pernah maupun mungkin sudah pernah lihat, bukankah ada kemungkinan bahwa kita, manusia, adalah sebuah makhluk yang terdampar dan sampai ke planet yang namanya bumi?

Masih ingatkah saat zaman para dinosaurus itu musnah? Katanya yang saya dengar adalah adanya hujan meteor, mungkinkah apabila saat hujan meteor itulah bibit-bibit peradaban manusia itu masuk ke bumi? Entahlah, saya sendiri juga tidak mengerti.

Apa yang saya bicarakan tadi tidak perlulah dianggap terlalu serius, toh ini pemikiran iseng yang didapat disaat selo.




(ombak)
langit bertabur bintang, 
daratan bertabur bintang,
indonesia vs turkmenistan malam ini pun bertabur gol.

Rabu, 27 Juli 2011

fuwa fuwa time

Tapi tiba-tiba saya ingin menjadi murid SMA lagi. Demi apa setelah tadi mau cerita tentang kegiatan bermalas-malasan karena ingin ada berkorelasi dengan Yui Hirasawa, tetapi setelah berhasil menyelesaikan seluruh episode dari K-ON, saya jadi kangen SMA lagi. Dan sekaligus menyesal bahwa banyak banget hal yang belum dilakukan. Tiba-tiba saya ingin ke basecamp vachera lagi, bersih-bersih, coret-coret di pintu bagian belakangnya, tulis nama saya dan beberapa teman yang berharga. Juga ke XII IA 5, ke bangku deretan paling barat, nomer 3 dari depan. Menjadi vandal dengan meninggalkan gambar-gambar manusia sekelas. Lalu kemana lagi ya? Lalu main-main, naik ke genteng joglo lagi dari lab TI, lalu naik ke genteng masjid juga, lihat-lihat kampung Bener. Oh saya kangen banget memakai seragam putih abu-abu, bercanda dan ece-ecean. Ke kantin yang murah itu. Dan melakukan banyak banyak banyak banyak hal lain selain mengeluh kenapa pelajaran SMA itu susah-susah. Demi apa ini saya sudah mau semester 5 saja. Rasanya waktu berlalu dengan mubadzir.

Itu adalah Yui dan teman-temannya yang bikin kangen. Lulus begitu saja dengan meninggalkan banyak memori. Benar-benar menyenangkan sekali deh, berasa pengen banget bisa tinggal di Jepang dan bersekolah di sana. Membentuk grup musik yang bernama Afterschool Tea Time, pada sebuah ekskul bernama K-ON (light music club). Punya teman-teman yang asik, Mio, Ritsu, Azusa, dan terutama si Mugi yang setiap hari bawa kue dan teh. Lalu bermalas-malasan di sana, sampai pada akhirnya Yui sadar bahwa sebentar lagi lulus. Dan lalu bingung, apa yang harus dia perbuat. Panik, karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-temannya. Dan lalu, setelah penampilan terakhirnya di festival sekolah, mereka menangis sedih, membayangkan apa hal terkahir yang bisa mereka lakukan di SMAnya. Tapi lebih kasihan lagi si Azusa. Satu-satunya junior, masih kelas 2 ketika yang lain sudah kelas 3. Oh Azusa adalah dia yang paling niat di klub tersebut, selalu galak pada senior yang suka malas-malasan itu, terutama Yui. Tetapi pada akhirnya, dia adalah dia yang ingin berkata sambil menangis "tolong..aku akan melakukan apapun, setiap hari datang ke ruang musik dan malas-malasan sambil ngeteh, aku akan melakukan apapun itu, asal kalian jangan lulus"

Dan apakah perasaan itu akan muncul ketika nanti lulus kuliah? Mungkin iya, tapi mungkin tidak sekuat masa-masa SMA dulu. Mungkin lho, kan belum, jadi nggak tahu. Tapi kalau kamu tahu, pada malam tutup tahun dulu, setelah kembang api dinyalakan, setelah itu lalu padam, setelah itu lalu bernyanyi mars smada, kalau kamu melihat-lihat sekeliling, banyak orang menangis. Bahkan si gembrik itu juga. Bahkan mas-mas yang lain juga. Banyak deh. Saya sih entah kenapa kok nggak, tapi dalam hati, tetap saja ada perasaan sedih da ingin menghentikan waktu pada saat itu juga. Sekaligus takut menghadapi bagaimana nanti ketika lulus. Takut untuk melangkah maju.

Tapi masa lalu adalah dia yang akan selalu indah bagaimanapun juga. Bagaimanapun itu terjadi, bagaimanapun itu berlalu.

Fuwa fuwa time~

sebenernya cari yang lengkap berlima tapi ngga ada yang bagus, 
ini aja deh terpaksa
(sumber google, ga tau ini aslinya dari mana)


(angin)
selo selo selo banget sampai bisa namatin 2 season K-ON -___-

Selasa, 26 Juli 2011

Ribet

Kamu benar-benar membuat saya iri, saya sendiri jika ingin menonton film harus melalui perjuangan yang panjang.

Tak bisa download, itupun kalau download membutuhkan waktu 5jam hanya untung setengah bagian dari seluruh isi film. Cara lain adalah pergi ke warnet, tapi sekarang saya agak malas untuk kesana karena setiap kesana hampir selalu disuguhi pemandangan kurang enak, yaitu mbak-mbak penjaganya asyik pacaran pegang-pegangan, ckckck. Apa tidak malu ya? Bukan suami, tapi seperti itu, kalau saya sih tampar saja, cowok seperti itu dimana-mana banyak. 

Lalu cara lain adalah meminjam film di rental. Saya memiliki dua kartu member di dua tempat yang berbeda. Namun salah satunya hilang, sehingga saya berencana menggunakan kartu yang satunya. Namun berapa kali pun saya muter-muter daerah situ, tetap saja saya tidak dapat menemukan rentalnya. Ck..
Pasti sudah gulung tikar atau pindah ke tempat yang entah saya tidak tahu dimana. Akhirnya saya pun ke rental satunya dan mengurus kartu yang hilang. Namun, selama ini saya mengira hilang ternyata ketinggalan disana, yang mana dicari tidak kunjung ketemu, yang pada akhirnya saya membuat lagi kartu baru, sama ajaaaa -____-

Inception (karena kamu bahas itu saya jadi ingat kalau belum pernah nonton), I am Number Four, dan Takers, sebenarnya ada satu lagi yaitu Gnome & Juliet namun vcd nya rusak sehingga saya tak jadi pinjam.

Perjuangan masih belum selesai. Asal tahu saja, laptop saya yang kecil membuatnya tidak memiliki dvd room. Saya memang memiliki dvd player namun setiap di tonton bagaikan menonton film jadul, bagaimana tidak? Warnanya yang keluar hanya hitam dan putih. Intinya dvd player saya rusak.
Lalu saya memang memiliki komputer CPU, namun dia bisu. speaker tiga kotak pun tak pernah mengeluarkan suaranya. Saya tidak tahu tepatnya karena apa, tapi kata kakak saya harus instal program suara atau apalah saya tidak mengerti.

Tanpa hilang akal akhirnya satu-satunya yang saya pilih adalah memanfaatkan dvd room komputer lalu mengopi semua film ke dalam hardisk komputer yang lalu kemudian dipindah ke laptop menggunakan flashdisk. Walaupun layarnya hanya kecil, setidaknya ada warna dan suara...


*tapi akhirnya saya justru menonton film lama yang belum sempat saya tonton. Karena suara kipas komputer saya seperti singa mengaung-ngaung


(ombak)
posting pagi-pagi padahal nanti ada kuliah pagi

Minggu, 24 Juli 2011

joker

Seandainya sekarang ini saya berada di ruas jalan apa gitu di jakarta yang sedang macet dan penuh dengan mobil, saya ingin sekali berteriak kencang: "kapan sih Christoper Nolan pernah bikin film jelek?!"

Seharian ini saya melihat The Dark Knight dan Inception. Film yang berat banget sebenarnya, tapi apa daya, saya sedang selo dan entah kenapa sedang malas untuk melihat K-ON. Oh laptopnya pakai laptop bapak. Sekeluarga sedang pergi seharian. Nonton begitu di kursi kerja, pakai kipas angin karena panas. Tapi astaga, Batman di The Dark Knight benar-benar seolah itu bisa terjadi di dunia nyata, dan Joker benar-benar telah menjadi antagonis paling keren yang pernah ada. SDan mimpi dalam Inception seolah benar-benar bisa dirasuki dan dimanipulasi. Sebenarnya udah pernah lihat sih, tapi melihatnya lagi benar-benar bikin seolah-olah kamu lihat buat pertama kali. Selalu ada hal baru dimana kamu mungkin tidak menyadarinya ketika pertama kali nonton dulu. 

Joker - The Dark Knight

Arthur's Battle - Inception

(angin)
di minggu yang panas dan selo, dan tidak tahu mau ngapain

Sabtu, 23 Juli 2011

Sonar

Melihat video yang kamu masukkan pada postinganmu kemarin, saya hampir tak mampu melihatnya. Apaan ituuuuu??!!!! Ya ampuuuunnn...
Yang saya heran adalah selo sekali kamu bisa menemukan video macam itu..

Tepat setelah saya melihat video (apa itu), saya langsung berusaha menetralkan perut saya yang sepertinya sedikit mual. Yaitu dengan cara melihat Suri Cruise, putri satu-satunya dari Tom Cruise dan Katie Holmes yang pasti kamu sudah tau.

Anak umur 5 tahun bisa jadi secantik itu dengan gayanya yang sangat modis. Yang tak habis pikir adalah dia sendiri yang memilih pakaian yang akan dia kenakan. Saya saja yang sudah setua ini masih tidak bisa memilih dan mencocokkan pakaian, zzz..

Tadi sebenarnya saya agak sedikit bingung dengan jalan keluar kampus teknik. Saya hanya mengikuti arah tanda panah yang saya sendiri pun tidak tahu dan malah akhirnya sedikit berkeliling. Entah benar atau tidak yang pasti saya toh bisa keluar tanpa kena marah bapak-bapak satpam atau pun orang lain. Cuek saja sembari sok-sokan bergaya melihat bangunan sekeliling. Setidaknya jika saya salah arah orang-orang tidak akan curiga bahwa saya salah jalan. Hhehe..




(ombak)
Tolong jangan tanyakan mengenai judul,
koneksi internet saya sedang lemot, itu saja, titik.