Laman

Minggu, 10 Juli 2011

Minggu Malam

Tapi ini sudah minggu malam lho, wahai ombak pantai Glagah Indah dan layangan yang tadi siang terbang-terbang kemana-mana, tanpa kenal panas, tanpa kenal pusing, tanpa kenal alergi dan gatal-gatal di hidung. Tanpa mukanya bisa perih karena apa dan ngantuk karena angin pantai yang lembut dan cuaca yang panas. Tanpa kenal perjalanan yang jauh. Enak sekali kamu, tinggal menggelombang saja kalau mau lihat festival layangan nasional. Tidak usah jauh-jauh naik motor dahulu dari Jogja. Tidak usah isi bensin 10 ribu dan beli mie ayam dan bakso di pinggir jalan yang mbaknya jutek. Tidak usah bayar parkir dan pusing cari tempat teduh. Tidak usah motret dengan toycam pinjeman yang kamu lupa kalau tidak bisa buat zoom sehingga membuat bingung gimana motret layangan di atas sana. Tidak usah melihat spanduk AksiKreasi #1-- yang entah darimana asalnya -- di panggung MC, yang membuat kamu kaget, dan lalu membuat ingin memotret dan meng-upload-nya di grup skm bulaksumur, tapi tidak jadi karena malas berurusan dengan bluetooth dan gosip. Tidak perlu bicara-bicara panjang lebar membahas apa itu pemecah ombak dan kenapa ada di sana. Oh mungkin tidak bakal ya, karena kamu bakal sakit, kan, kamu dipecah. Tidak usah manjat-manjat itu pemecah ombak dan lihat orang mancing apa. Tidak usah beli siomay yang 1000 rupiah dapat 3 biji, sudah termasuk saus dan sambel kacang, tanpa dikasih kecap kalau kamu tidak suka. Tinggal lihat saja itu layangan yang banyak, ada bentuk naga yang panjang banget tapi susah banget buat bisa terbang, ada bentuk ikan nemo yang dideretkan banyak di benangnya, ada bentuk barong bali--seperti kaos yang kamu pakai tadi, ada bentuk pak kumis, ada bentuk ikan duyung, ada bentuk nggak tahu apa tapi bagus. Tanpa harus lalu bosan dan pergi dari sana walau 1 jam juga kayaknya belum ada. Oh ombak, enak sekali dirimu.. tidak pegal-pegal dan lalu ngantuk. Dan ditengah jalan pulang tidak perlu ke indomaret buat beli indomilk coklat, sambil otomatis mendengarkan peterpan nyanyi di atas normal, sehingga sampai rumah, ketika kamu ingin menulis ini, kamu tidak perlu mendownloadnya karena tiba-tiba kamu kangen masa SMPmu. Oh enak sekali kamu ombak..

Tapi ini sudah minggu malam lho, Mbak. Ada jogjakarya di swaragama jam 7 malam. Ini lagi putar lagu melancholic bitch yang mars penyembah berhala. Jadi ingat dulu juga nonton dia juga di Tembi. Oh itu acara gratisan yang keren, dengan Frau yang manis dan Melbi yang mana, oh yang merokok terus itu. Si Ugo sedang menjadi keren sekali saat itu merokok di atas panggung sambil nyanyi-nyanyi, membuat si ekat juga jadi terinspirasi dan lalu menjadi merokok terus sampai sekarang.

Tapi ini sudah minggu malam lho. Sehingga terpaksa sudah cuci motor adek tadi pagi karena habis diminta sama ibuk. Sehingga ketika menunggu, terpaksa membaca koran Kompas yang sengaja dibeli demi tahu harus antri banyak karena cucian motornya laris. Sehingga harus membaca kolom parodi-nya Samuel Mulia berjudul "Makan Pagi". Sehingga harus membaca kalimat yang ingin saya adukan padamu, wahai ibu dokter.
...
Selama ini, buat saya, sehat itu membosankan, mempersulit hidup. Hidup yang hidup adalah di tepi jurang. Selain itu, selama di dunia ini masih ada yang namanya dokter, merekalah yang harus bertanggung jawab dengan kondisi tubuh saya. Itu mengapa saya sering mengatakan dokter itu hebat karena bisa menyembuhkan, yang satu jauh dari sehat karena saya menjadi tidak sembuh.
...
(Kompas 10/7/2011 hal. 13)

Tapi ini sudah minggu malam lho, Dok. Mau tidak mau saya juga harus mengakui bahwa saya juga begitu. Juga adalah yang mengamini hidup yang menyenangkan adalah hidup di tepi jurang. Meski nggak segitunya juga. Sudah tidak merokok dan tidak pernah minum alkohol. Atau pernah? Saya lupa. Tapi setidaknya saya nggak suka. Tapi hampir tiap hari makan indomie. Tapi hampir tiap hari makan di luar. Tapi hampir tiap kuliah makan angkringan. Tapi suka saos dan gorengan. Tapi suka lihat laptop sampai malam dan jarang tidur cepat kecuali kalau ngantuk. O maafkan saya dokter. Atau mungkin dokter senang? Ya terserah juga sih, toh itu juga profesi. Seperti saya yang senang kalau ada yang nggak bisa bikin poster, sehingga minta dibikinin dan bisa minta bayaran. O demi Sapto Rahardjo, semoga kita adalah orang yang senang dengan pekerjaan kita apapun itu. Menjadikannya sebuah 'spirit', bukan cuma objek.

Tapi ini sudah tidak malam minggu lagi. Tapi kenapa posting ini panjang sekali ya ngomong-ngomong? Oh saya sedang super selo.





(angin)
habis beli baju baru seharga 20 ribu karena tidak bisa nawar
dan scanner sedang busuk karena kotor, dan bingung gimana ngebersihinnya -____-

Sabtu, 09 Juli 2011

Malam Minggu

Mengenai post saya yang sebelumnya saya minta maaf, karena sebenarnya saya menulis itu juga karena efek ujian yang hampir nonstop selama sebulan. Setiap hari hanya ujian saja yang dipikirkan. Pikiran saya jadi tidak berkembang, hahaha..

Sebenarnya saya tak jarang nge-zombie juga seperti yang kamu lakukan itu. Bahkan mungkin lebih parah, karena tak peduli esoknya masih ada kuliah sekalipun, saya masih tetap menerjang malam hanya untuk maraton menonton drama korea. Saking asyiknya saya sampai sering lupa untuk makan, bahkan keluar ruangan pun hanya untuk urusan-urusan mendesak seperti minum, makan, ke kamar mandi, sholat, dan selebihnya tidak.

*tos!*

Hari ini hari Sabtu, itu artinya malam minggu. Suatu hal yang sedikit membuatku berat untuk keluar membeli makan. Disepanjang jalan banyak sekali terlihat pasangan muda-mudi, terlihat juga yang membawa keluarganya untuk makan di luar.

Tapi saya? Sendirian beli makan dan karena malas hampir selalu dibungkus yang lalu dimakan di rumah. Malam minggu melihat cewek sendirian beli makan malam? Yang pertama kali terbersit di pikiran orang-orang yang melihat pasti cewek itu jomblo. Dan tepat sekali -___-"
Tak perlulah mereka bertanya langsung kepada saya, melihat mereka menatap saya saja sudah cukup memperlihatkan isi pikiran mereka itu. Tapi sudahlah, peduli apa saya dengan mereka..

Tapi walau bilang tak peduli tapi kenyataannya tetap saja peduli. Karena seringnya melihat saya malam minggu beli makan sendirian, ibu-ibu penjaga warung pernah suatu ketika mau menawarkan jodoh kepada saya. Argh!!! Masa saya separah itu sampai dijodoh-jodohkan segala?!
Tak hanya itu, melihat saya yang lagi-lagi malam minggu sendirian, ditanya lagi deh, "gak malem mingguan to mbak?"
Rasanya seperti makan buah simalakama, mau jawab: "sama siapa buk? haha"  bisa-bisa saya kembali dijodohkan lagi. Tapi mau jawab: "enggak, lagi libur"  padahal biasanya juga tiap malming gak kemana-kemana -__-"

Tapi jadi jomblo itu enak kok, gak perlu terikat dan bisa lebih bebas mau ngapain aja. Buah simalakamanya sih lepeh aja :P


(ombak)

Jumat, 08 Juli 2011

Zombie

Tapi saya adalah orang yang kalau ditanya atau dicurhatin tentang bagaimana nilai ujian, adalah orang yang langsung malas. Ujian saya kemarin sudah saya lakukan dengan begitu, semoga hasilnya maksimal. Kalau pun tidak juga tidak masalah, masih banyak waktu. Semoga kamu tidak sakit hati karena tahu bahwa saya adalah orang yang tidak banyak komentar ketika ada yang bercerita masalah nilai, karena bagi saya hal itu membuat saya ingat lagi kepada hal akademik yang membosankan. Paling banter saya hanya akan bilang "semangat yaa" tanpa saya sendiri juga semangat. Ya, saya lari dari kenyataan. Biarin deh, toh ini liburan. Biarin deh, sampai nggak tahu kapan. Hehe. Tapi buatmu, buat kali ini, buat saya juga deh, semoga hasilnya nanti oke! Setidaknya tidak menyebabkan depresi ketika KRSan besok hari.

*tos!*

Saya sedang senang menjadi zombie akhir-akhir ini. Ada banyak film dan anime yang akan saya habiskan di liburan kali ini. Mungkin kamu pikir sia-sia banget liburan kok malah dipakai buat ngezombie di depan laptop seharian, tapi biarin deh. Saya sedang tidak punya uang untuk berfoya-foya seperti tahun lalu, dimana saya  bisa ke Bandung dan ke Semeru dalam sekali jalan. Bagaimanapun juga, saya tetap menikmatinya juga. Toh, dengan nonton film dan anime, saya jadi bisa punya banyak refrensi dan wawasan yang semoga saja berguna, terutama dalam hal mendesain, atau paling tidak biar ada topik dan nyambung kalau ngobrol dengan teman-teman. Jika tidak ada pun juga biarinlah, saya sedang malas.


Oh Jogja sedang sangat dingin sekali. Dan sedang banyak festival yang bagus-bagus. Saya hadir juga lho di beberapa di antaranya, meski nggak semua juga. Mungkin besok-besok saya bakal cerita tentang apa yang terjadi di kota yang semoga masih kamu rindukan. Bagaimana Semarang?

Oiya, bukan berarti saya selalu tidak suka curhat tentang nilai dan ujian dan segala intrik dan strateginya. Ini cuma dalam rangka sekarang aja, efek galau akademik, dan liburan. Hehe.

(angin)
sambil sebentar lagi akan kembali menjadi zombie :D
image source here

Kamis, 07 Juli 2011

Ujian

Saya sangat setuju dengan cara pandang tokoh Akari disana. Menikmati perjalanan sambil memperhatikan seksama hampir setiap detil pemandangan sekitar. Saya pernah melakukannya dan itu membuat saya tenang sekali. Walau hanya perjalanan dari rumah sampai kampus, yang bahkan hampir dilakukan setiap hari, terkadang ketika kita berjalan pelan dan berusaha menikmatinya, memang terasa sangat nikmat. Daripada harus terburu-buru dan kehilangan apa pun..

Hari ini banyak pengalaman menarik, bolehkan saya curhat disini? 
Hmm anggap saja boleh..

Hari ini ketika saya ikut membantu mengoreksi ujian praktikum mata kuliah fisiologi, untuk sekedar tau saja saya salah satu asisten pembantu praktikum fisiologi dari sekian banyak yang lain. Jadi tugas saya disana adalah membantu adik kelas dalam melaksanakan praktikumnya. Nah, kebetulan hari ini ujian praktikum.

Saat saya sampai disana setelah kelar dengan ujian salah satu mata kuliah, saya dikagetkan dengan kertas hardcopy soal. DAN TERNYATA SOAL BOCOR!!

Semua dosen marah besar, waktu ujian jadi dipercepat, menjadi satu soal hanya 15detik, parah!!
Kalau itu saya, mungkin waktu 15 detik hanya sempat membaca soal belum pakai berfikir bahkan menjawab soal. Tapi soal telah bocor keluar, dan itu sama persis. ckckck..

Jujur saja, sebenarnya soal bocor ini sudah terjadi sejak angkatan saya. Namun cuma untuk ujian praktikum fisiologi 1, sedang yang fisiologi 2 zoooonkkk...
Saat diangkatan saya dulu hanya dapat softcopy dan itu juga ketika hari H, namun kondisinya kami tidak tau kalau itu adalah bocoran soal. Semua berfikir itu adalah latian soal yang dibuat kakak kelas untuk kita.
Dimana kami mendapatkannya? Dari cd kumpulan materi kuliah yang dijual kakak kelas.
Maaf jika ternyata apapun bisa jadi uang, dan yang bikin sebalnya adalah dijual dengan harga mahal -____-
Terang saja saya tidak ikut membeli.

Soal-soal itu benar-benar diambil dengan cara mengcopy soft file dosen, ada tanda untuk setiap soal yang dibuat dosen, sehingga beliau tau kalau itu buatannya. Dan itu lah yang membuat beliau marah..
Dan sekarang sedang menjadi skandal dan sedang ditelusuri siapa orang pertama yang bisa-bisanya mengcopy file soal.

Sebenarnya bagian fisiologi juga salah, karena setiap tahun soal tak pernah diganti. Walau hanya ujian praktikum setidaknya ada variasi soal. Hmm,, sepertinya soal untuk angkatan berikutnya baru deh. Dan 
sepertinya tambah susah. hahaha..

***

Hari ini sangat senang sekali, akhirnya saya mendapatkan nilai A saya yang pertama. Ujian yang kira-kira satu bulan penuh ini hampir membuat saya jenuh, tapi sekarang saya mulai menikmatinya perlahan-lahan.
Bagaimana ujianmu wahai angin gunung disana?



(ombak)
nyaris saya hampir tidak sempat menulis karena ketiduran

Rabu, 06 Juli 2011

World of Perfection

Ada sebuah kutipan yang bagi saya selalu menarik untuk dibaca kembali. Adalah saat Akari mengikuti festival mendayung, dimana terdapat rumor bahwa jika mencapai garis finish terlebih dahulu maka akan mendapatkan promosi kenaikan level. Akari yang polos malah mendayung dengan santai, menolong ibu-ibu yang dagangan buahnya jatuh ke sungai, dan sebagainya. Adalah dia yang merasa bahwa perasaan senang untuk melakukan sesuatu yang dia cintai lebih besar daripada sekedar berlomba untuk mencapai garis finisih karena rumor yang belum pasti.
"So i'll tell you secretly. I did not forget about the rumour of the test. But because the race made me so happy, so I felt that if i reach the end to early, it would be a waste. I want to slowly, using my own methods, to slowly march in to the world of perfection. 
That's right. If I'm going to do it anyway, than I'm going to do it happily."

Sepertinya saya jatuh cinta dengan kata-kata tersebut. Dengan cara berpikir Akari yang asik dan selalu menikmati segala sesuatunya dengan maksimal.

Nikmati segala sesuatunya, enjoy everything!
Karena sebuah momen begitu berharga untuk ditinggalkan lewat buru-buru.

(angin)

Akarai adalah tokoh di manga ARIA. Seorang single yang ingin menjadi undine, pendayung sekaligus guide tour bagi wisatawan yang datang ke kota Neo Venezia, kota masa depan di planet Mars yang penuh dengan air dan kanal seperti kota Venezia di Italia. 

Selasa, 05 Juli 2011

Seorang Nenek

Sungguh keren beliau-beliau itu. Kalau aku pastilah sudah tidak kuat, ditambah lagi tanpa bekal, huft..

Bicara tentang orang tua, pagi ini saya menemukan sesuatu yang mengagetkan. Yah, setidaknya mengagetkan buatku.

Seperti biasanya, pergi ke kampus, seperti biasanya pula melewati jalan yang sama. Disana terdapat satu lampu lalu merah yang bisa dibilang perlimaan karena jumlahnya ada lima jalan. Sebenarnya tidak ada yang spesial disana, hanya saja ada seseorang yang selalu menarik perhatianku.

Di perlimaan lampu merah itu hampir setiap pagi ada seorang nenek yang tua renta. Beliau mengunakan tongkat untuk membantu menopang tubuhnya saat berdiri. Bahkan tubuhnya pun sudah tak tegap lagi, keharusannya membungkuk untuk menyeimbangkan tubuhnya itu membuat punggungnya terlihat bungkuk. Setiap pagi dan hampir setiap hari beliau duduk di bawah lampu merah sambil sesekali berdiri dan meminta-minta.

Saya akui, saya bukan orang yang terlalu baik yang akan selalu memberinya uang. Bukan bermaksud jahat, ataupun setuju dengan pemerintah, hanya saja saat sampai disana saya sering sekali lupa membawa uang yang ditaruh di luar. Atau bahkan yang paling sering adalah motor dan saya berada di seberang dari si nenek duduk. Namun entah kenapa setiap memberinya, ada rasa senang dan tenang..

Bahkan ketika si nenek itu tidak datang, saya pernah mencari-cari hanya untuk sekedar melihat dan khawatir terjadi apa-apa. Lebay sih..

Pagi ini sungguh sangat mengejutkan,, memang saya tidak sempat memberinya uang, namun yang mengagetkan saya adalah sesuatu yang dipegang nenek itu. Sepuntung rokok!!
Sekian lama saya memperhatikannya, baru kali ini saya melihat beliau merokok. Orang macam apa yang tega mengajarinya merokok..
Di umur yang serenta itu..

Padahal setiap saya melihat beliau selalu teringat pada almarhumah nenek saya. Tapi melihatnya hari ini, entahlah...
Huft..

*hari-hari berikutnya saya tidak pernah lagi melihat beliau merokok, entah mengapa hanya satu hari itu saja..



(ombak)
sambil mengantuk akibat begadang semalam, dan sepertinya hari ini pun juga

Senin, 04 Juli 2011

Mereka yang Mencari Rumput

Sepertinya saya tahu gunanya tahu hal itu, agar ketika kamu sampai ke Thailand dan ingin berkenalan dengan cewek-cewek disana, kamu bisa lukai dia dahulu agar tahu apa sebenarnya jenis kelaminnya, apakah dia adalah cewek tulen ataukah cowok yang selalu dari dulu bercita-cita untuk dipanggil "ibu". Agar kamu tidak salah. Sehingga 6 tahun kemudian setelah kamu nikahi dia, kamu tidak kecele dan lalu melaporkannya ke polisi sehingga kamu tenar dan populer di media massa karena kebodohanmu dalam rangka ternyata telah menikahi sesama jenis.

Cerita dari merbabu sebenarnya biasa saja, toh sama saja dengan pendakian-pendakian sebelumnya. Saya ke merbabu sudah berapa belas kali lupa, tapi tetap saja asik. Merbabu sudah seperti rumah sendiri bagi saya, begitu pun masih ada beberapa cerita yang tetap saja menarik dan baru. Seperti ketika saya di puncak merbabu, saya berpapasan dengan 3 orang pencari rumput yang nggak tahu kenapa kok nyari rumput sampai di puncak. Mereka adalah 3 orang tua yang entah dari mana dan ngapain karena saya juga nggak sempet tanya, karena trek yang kita lalui saat berpapasan adalah jalanan berpasir yang licin, beberapa meter sebelum puncak kentheng songo, yang tidak mungkin kita berhenti buat sekedar ngobrol-ngobrol karena buat berdiri pun rasanya susah. Anehnya, mereka sepertinya tidak bawa bekal sampai ke atas, dan tetap santai-santai saja dan tersenyum ketika saya sapa, sedangkan perjalanan dari desa ke puncak merbabu membutuhkan waktu kurang lebih 6-7 jam (setidaknya bagi saya dengan tidak memperhitungkan saya capek, ngeluh, makan, tidur, dan pipis). Apa nggak haus? Apa nggak lapar? Gimana kalau tiba-tiba jauth sakit? Kaki kram? Dll.. Bener-bener keren deh!



Kaki saya masih pegal, badan saya masih capek, tapi tadi seharian putar-putar buat ngurusin LPJ kegiatan kemarin. Nemenin sih, karena saya toh nggak ngerti. Yang pasti saya ngerti adalah UGM adalah universitas yang susah buat seputar LPJ. Menyusahkan sekali dan bikin pusing.


(angin)
di pikiran yang masih berada di merbabu, yang dingin dan bintangnya banyak kalau malam, dan sekali-sekali jatuh

Minggu, 03 Juli 2011

drum stick

Demi apapun, dismenorhea itu tidak sama dengan dismenoria, yang saya maksud adalah rasa sakit yang diakibatkan mentruasi dan biasanya diderita pada hari pertama, dan demi apapun, ngapain saya membahas ini.

Kamu bisa bersenang hati karena saya bukanlah orang yang seperti itu. Saya senang sekali bisa mendengar cerita asik dari orang-orang yang telah selesai mendaki. Seperti seakan ikut mendaki, dan itu sangat menyenangkan, meski pastinya lebih menyenangkan jika raga ini memang ikut mendaki. Namun saya tak punya nyali untuk melakukannya. Seperti ketika kakak saya bercerita bahwa dia hampir tersesat di gunung, juga ketika dia bercerita ketika melewati jurang, sungguh sangat keren..

Dan saya nantikan ceritamu setelah turun gunung nanti :D


Oh iya, sempat tadi saya membaca komen teman di fb. Dia bilang, "lemah = lelaki dengan drum stick di leukositnya"
Mungkin bagi saya itu lelucon yang sangat lucu, tapi mungkin juga tidak bagi yang tak mengerti maksudnya.
Apakah kamu disana tau artinya?

Hilangkan dulu kata lemah disini, kita jelas tau apa artinya. Saya akan bahas kalimat berikutnya, apa itu drum stick di leukositnya?
Setiap manusia memiliki sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit), kecuali bagi mereka yang mengalami kelainan. Leukosit sendiri dibagi menjadi beberapa macam sel, salah satunya adalah neutrofil yang memiliki inti bersegmen-segmen.

Nah, apakah kamu laki-laki? Apakah kamu perempuan?
Percaya tidak percaya, hanya dengan melihat sel ini kita dapat mengetahui jenis kelamin seseorang. Sebenarnya saya sedikit penasaran, untuk apa harus repot-repot melukai seseorang dan mengambil setetes darahnya untuk kemudian mencari tau jenis kelaminnya. Kan bisa tanya langsung, atau kalo itu bayi, bisa langsung liat anunya.
Hmm,, tapi hampir tidak ada pengetahuan yang tidak berguna. Ini bisa digunakan pada kasus-kasus kepolisian yang pada TKP hanya ditemukan bercak darah pelaku. Bisa langsung tau golongan darah pelaku, laki-laki atau perempuan, dan lain sebagainya.

Lalu apa sih yang membedakan leukosit laki-laki dan perempuan?
Yupz, drum stick! Hanya pada perempuanlah yang memiliki drum stick. Bentuknya seperti drum stick pada alat musik drum. Itulah sebabnya disebut drum stick.

Sekarang coba saya tulis lagi kalimat teman tadi,
"lemah = lelaki dengan drum stick di leukositnya"
hahaha..


*terus terang saya sendiri tidak tau apakah waria-waria diluar sana seperti itu atau tidak



(ombak)

ternyata lebih asyik kalau dikasih gambar :D

Sabtu, 02 Juli 2011

Temaram

Andai saya bisa langsung hadir di Semarang saat itu juga. Sayangnya tidak mungkin, karena saya harus jumatan siang tadi. Dan Semarang itu jauh. Dan demi trotoar yang kamu duduki, saya juga nggak tahu apa itu dismenorhea, semoga bukan istilah yang buruk. Kalau yang kamu maksud adalah dismenoria atau gejala ingin disko sambil dandan menor dan joget-joget ria di tengah jalan ketika naik motor, maka semoga kamu bukan orang yang seperti itu. Hehehe.

Dengan segala kekuatan saya ingin mengucapkan bahwa malam ini dingin. Dan semoga di atas nanti tidak parah-parah amat. Ngomong-ngomong tentang gunung, saya harap kamu bukan orang yang pernah berpikiran untuk bertanya "kenapa sih repot-repot naik gunung? toh cuma dapet capek doang, cuma naik terus habis itu turun lagi, selo tenan". Karena jika begitu, maka kamu akan kalah, karena saya punya jawaban yang sangat keren.

"Because it's there", kata pak George Mallory, ketika ditanya kenapa dia mau naik gunung everest. 

Saya juga setuju dengan hal itu. Karena disanalah puncak gunung itu berada, bukan dari foto-foto dan dari buku. Karena buku hanyalah jendela, sedangkan sekali-kali kita juga butuh untuk keluar dan melihat lebih luas lagi. Merasakan benarnya dingin, udara yang bergerak cepat, awan yang berada di bawah, tawa yang renyah, dan hati yang tentram.

Untuk mereka yang suka cemburu dengan pacarnya yang pergi main dengan orang lain, semoga mereka sadar bahwa hidup itu tidak habis hanya dalam jarak perhubungan antara 2 insan, karena manusia adalah dia yang butuh bersosialisasi, dengan siapapun itu. Dengan cowokkah? cewekkah? bancikah? Bebas. Karena percaya adalah lebih asik daripada cemburu.

(angin)
di jogja sambil ngantuk


George Mallory adalah teknisi pendakian yang ikut dalam pendakian pertama menuju Everest tahun 1920. 

Jumat, 01 Juli 2011

Jalan Raya

Wahai angin gunung yang bertiup dingin merasuk tubuh-tubuh makhluk hidup, memberinya perpindahan udaranya memenuhi dunia. Terkadang kita tak perlulah terlalu mempercayai mitos yang entah darimana, darisiapa, dariapa cerita itu beredar. Karena kebenaran itu tampak begitu tipis perbedaannya dengan kebohongan.

Tanjakan yang begitu susah untuk ditempuh, diibaratkan cinta yang begitu berat pula untuk ditempuh. Seharusnya tak perlulah membayangkan dan menyamakan jalan cinta kita dengan tanjakan berliku itu. Bukankah itu artinya kita telah mengiyakan bahwa perjalanan cinta kita ini juga seberat itu? Ku pikir sebaiknya berhenti saja berfikir tentang cinta kita disana, bukankah semakin kuat kita berfikir akan sesuatu dan sesuatu itu akan muncul sebagai hadiah dari pemikiran kita yang terlalu kuat?
Entahlah..

Mungkin seterjal dan seberat itu pula cinta yang akan kau tempuh wahai angin gunung yang menyilir di dalam kedamaian alam..

*Semangat!!! *


Pernahkah kau angin gunung merasakan ini?
Pernahkah kau saat bertiup tiba-tiba jatuh kebawah dan berhenti?
Tau kah kau kalau ombak ini sempat hampir terjatuh dan tergelesor dan hampir jadi makanan ikan-ikan ganas yang sedang mencari mangsa. Argh bicara apa aku ini?!

Kemarin, tepatnya kemarin siang. Setelah ujian yang masih belum saja selesai sejak sebulan lalu ini. Yang bahkan aku eneg, butek, bosan, marah, stres, jenuh pada semua ujian bertubi-tubi tanpa hentinya ini. Saat perjalananku pulang dengan mengendarai motor, entah apa yang sedang terjadi padaku, aku tak tau.

Sepanjang ujian hari itu perutku memang terus saja sakit akibat dismenorhea namun sakitnya masih bisa kutahan hingga ujian selesai dan pulang.
Saat perjalanan pulang sambil menahan sakit yang hampir tak tertahankan, tiba-tiba pandanganku tampak kabur dan bergoyang. Entah yang salah mataku atau kepalaku atau bahkan diriku.
Aku merasa aneh saat merasakan kekaburan yang melebih mata minusku. Saat aku berfikir apa yang terjadi, tiba-tiba pandanganku mulai berubah lagi. Kali ini tampak gelap. Disaat perjalanan di jalan raya dengan pandangan gelap hitam, entah apa yang akan terjadi berikutnya.

Untungnya aku masih melihat sedikit cahaya di separuh bagian bawah, hanya itulah satu-satunya sisa kesadaranku saat itu. Dalam sepersekian detik aku sempat berfikir untuk memilih menahan sakit dan melanjutkan atau minggir ke tepi. Untuk sepersekian detik aku berfikir jika aku memilih untuk lanjut maka yang akan terjadi adalah pandanganku mulai gelap seluruhnya dan kemudian pingsan dan lalu kehilangan keseimbangan dan jatuh di jalan raya itu.
Lalu untuk sepersekian detik itu pula akhirnya aku memutuskan untuk menepi. Dengan sisa-sisa kesadaran dan tenaga aku hanya mampu menurunkan standar motor tanpa sempat mencabut kuncinya. Dan lalu terjatuh duduk di trotoar.

Kesadaranku masih ada, masih tersisa hingga aku duduk lama disana. Tak peduli pikiran orang-orang yang melihat, aku hanya bisa duduk dan tertunduk berharap kesadaranku kembali penuh.
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menelepon teman, berharap bisa membantuku di jalan raya saat itu.
Di jalan besar dengan motor mobil berlalu lalang, dan aku hanya terduduk di trotoar menunggu pertolongan..


(ombak)
di semarang, sambil menonton madagascar2 di tivi